\

Minggu, 11 Januari 2015

ILMU SOSIAL DASAR TUGAS II : (MENGANALISIS BERITA)



JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi anak di Indonesia belum lepas dari tindakan kekerasan. Salah satu kasus menonjol di tahun 2012 yakni kasus tawuran antar pelajar.
Data akhir tahun yang dihimpun Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menunjukan angka memprihatinkan. Sebanyak 82 pelajar tewas sepanjang 2012.

"Komnas PA mencatat 147 kasus tawuran. Dari 147 kasus tersebut, sudah memakan korban jiwa sebanyak 82 anak," ujar Arist dalam konferensi pers catatan akhir tahun di Kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (20/12/2012) pagi.
Menurut Arist, angka itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 128 kasus. Kondisi itu pun semakin menunjukkan kekerasan sesama anak dalam bentuk tawuran menjadi fenomena sosial yang patut diwaspadai.
Arist menuturkan, sebagian besar pelaku tawuran adalah pelajar tingkat menengah atas. Namun, fakta ironis di lapangan menunjukan tawuran telah merambah pada pelajar di tingkatan SD dan SMP.
"Penyebabnya tawuran itu antara lain, minimnya pendidikan karakter di kurikulum, pengaruh tayangan kekerasan, terbatasnya ruang ekspresi positif yang diminati siswa," ucapnya.
Selain faktor tersebut, lanjut Arist, terdapat pemicu yang paling konkret terjadi di lapangan. Antara lain, adanya keinginan meningkatkan pamor sekolah dengan menyerang sekolah lain, pertandingan antar sekolah yang memicu keributan, tradisi senior kepada juniornya, lemahnya antisipasi aparat hukum dan kurangnya perhatian orangtua dan pihak sekolah pada anak.
Kondisi anak di Indonesia ini, kata Arist, sangat mengkhawatirkan. Tanpa adanya penanganan serius dari semua pihak, khususnya keluarga, kondisi itu dipastikan tidak akan berakhir dan korban pun kembali berjatuhan.
Analisis : penyebab seorang pelajar tawuran ini kemungkinan besar adalah factor kekeluargaan yang retak dimana pelajar kesal dan melampiaskannya dengan tawuran , obat obatan , dan juga hal hal negative lainnya yang kemudian sikap senioris dimana senior menyuruh junior untuk melakukan hal hal negative ,dan disaat sebelum tawuran itu ada yang namanya pentataran dimana pentataran adalah sang senior melatih dengan gaya militer sehingga junior bias melampiaskannya ke lawan/pelajar lain.
Solusi : dari keluarga , tidak memperlihatkan kekerasan , saling berinteraksi sesame keluarga , dan juga menjalin hubungan keluarga yang harmonis
Untuk pelajar baru ikuti aturan aturan yang ada di sekolah kalian , jangan melakukan hal hal yang negative kalian tau yang mana yang positif dan mana yang negative  

0 komentar:

Posting Komentar